Jumat, 29 Maret 2013

Hubungan antara Pendidikan dengan Masyarakat

Secara singkat pendidikan merupakan produk dari masyarakat,karena apabila kita sadari arti pendidikan sebagai prosestransmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan danaspek-aspek kelakuan lainnya kepada generasi muda maka seluruhupaya tersebut sudah dilakukan sepenuhnya oleh kekuatan-kekuatanmasyarakat. Hampir segala sesuatu yang kita pelajarimerupakan hasil hubungan kita dengan orang lain baik di rumah,sekolah, tempat permainan, pekerjaan dan sebagainya. Wajar pula apabila segalasesuatu yang kita ketahui adalah hasil hubungantimbal balik yang ternyata sudah sedemikian rupa dibentuk olehmasyarakat kita.Bagi masyarakat sendiri, hakikat pendidikan sangat bermanfaatbagi kelangsungan dan proses kemajuan hidupnya. Agarmasyarakat itu dapat melanjutkan eksistensinya, maka kepadaanggota mudanya harus diteruskan nilai-nilai, pengetahuan, keterampilandan bentuk tata perilaku lainnya yang diharapkan akandimiliki oleh setiap anggota. Setiap masyarakat berupaya meneruskankebudayaannya dengan proses adaptasi tertentu sesuaicorak masing-masing pereode jaman kepada generasi muda melaluipendidikan, secara khusus melalui interaksi sosial. Dengandemikian pendidikan dapat diartikan sebagai proses sosialisasi.Dalam pengertian tersebut, pendidikan sudah dimulai semenjakseorang individu pertama kali berinteraksi dengan lingkunganeksternal di luar dirinya, yakni keluarga.


Selain itu, dimensi sejarah juga berbicara serupa. Ratusantahun silam pendidikan berjalan beriringan dengan struktur dankebutuhan sosial masyarakat setempat. Bagi masyarakat sederhanayang belum mengenal tulisan maka para pemuda memperolehtranformasi pengetahuan lewat media komunikasi lisan yangberbentuk dongeng, cerita-cerita dari orang tua mereka. Selain itu,pada siang hari pemuda-pemuda ini harus selalu sigap dantanggap mempelajari, mencermati dan belajar mengaplikasikanteknik-teknik mencari nafkah yang dikembangkan oleh para orangtua baik itu menangkap ikan, memanah, beternak, berburu dansebagainya. Dalam cerita-cerita lisanitu tersirat pula adat dan agama, cara bekerja dan cara bersosialisasiyang berkembang di masyarakatnya. Tidak mengherankanapabila cerita yang sudah turun temurun diwariskan itudianggap sebagai sesuatu yang bernilai suci. Sejarah, adat istiadat, norma-norma bahkan cara menangkap ikan atau berburu tidakhanya dipandang sebagai hasil pekerjaan manusia semata, tetapimemiliki makna sakral yang patut disyukuri dengan beberapapersembahan serta upacara-upacara ritual.


Begitulah perjalanan pendidikan anak manusia telah berlangsungorganis sesuai dengan iklim sosialnya. Sedangkan keperluankhusus untuk mendirikan sebuah lingkungan perguruan yangmapan dimulai ketika bangsawan-bangsawan feodal membutuhkanprajurit-prajurit serta punggawa kerajaan yang tangguh demimempertahankan harta kekayaan milik sang raja. Mereka secarakhusus dididik dalam lingkungan tersendiri agar memilikikecakapan dan keahlian tertentu sesuai dengan kebutuhan sistemsosial masyarakat aristokrasi-feodal. Mereka-mereka ini menjadiujung tombak pelaksana kekuasaan kerajaan di hadapan ribuanrakyat jelata yang memang dibikin bodoh. Melihat situasidemikian, wajar apabila jaman ini predikat golongan terdidikhanya bisa dimiliki oleh sanak saudara sang raja serta kaum-kaumagamawan yang telah memperkuat hegemoni kekuasaannya.


Namun seiring dengan bertambahnya umur bumi ini makakisah pergulatan karakter masyarakat tersebut mulai bergeserselaras dengan kecenderungan spirit jaman yang sudah berubah.Bagaimanapun juga penderitaan rakyat yang menjadi bahan bakarperputaran gerigi kehidupan feodal telah mencapai titik klimaksnya.Kekuasaan para raja yang bersenyawa dengan kekuatan gerejasecara perlahan-lahan mulai runtuh. Dimulai dengan penentangansejumlah ilmuwan yang mampu membuktikan kesalahandogma-dogma teologis tentang hukum alam. Berbagai peristiwalain juga memiliki andil besar dalam menentukan lahirnyasemangat jaman yang semakin konsekuen menghargai arti kebebasan,baik itu reformasi gereja oleh Martin Luther King, revolusisosial di beberapa tempat yang secara simbolis telah dipresentasikanoleh gelora heroisme revolusi Perancis pada sekitar pertengahanabad ke-18, serta meningkatnya hasil pemikiran-pemikiranilmiah para ilmuwan humanis yang mampu diterjemahkandengan penciptaan teknik-teknik peralatan industri.Praktis kecenderungan fakta sosial demikian secara perlahan-lahanmampu mengubah inti kebijakan masyarakat yang berhubungandengan pengajaran. Selain karena meluapnya industri-industrimanufaktur, pengaruh penerapan demokrasi, ditemukannyabeberapa wilayah baru yang bisa dieksploitasi kekayaan alamnyaserta peningkatan diferensiasi struktural maka masyarakatEropa Barat harus bisa menyediakan kelompok manusia dalamjumlah massal yang memiliki kemampuan teknis untuk menjalankanlahan-lahan pekerjaan baru yang begitu kompleks dan cukuprumit. Oleh sebab itulah beberapa wilayah Eropa Barat mulaimenerapkan sistem pendidikan modern yang memanfaatkanmekanisme organisasi formal dalam mengelola proses pendidikannya.Itulah cuplikan kecil argumentasi sederhana tentang renik-renikkarakter fungsi pendidikan di masyarakat.


Melihat alurperkembangannya, maka berbagai jenis konfigurasi pendidikan diatas sesuai dengan konsep yang diutarakan oleh RandallCollins, tentang tiga tipe dasarpendidikan yang hadir di seluruh dunia, yakni:Pertama, jenis pendidikan keterampilan dan praktis, yakni pendidikanyang dilaksanakan untuk memberikan bekal keterampilanmaupun kemampuan teknis tertentu agar dapat diaplikasikankepada bentuk mata pencaharian masyarakat. Jenispendidikan ini dominan di dalam masyarakat yang masihsederhana baik itu berburu dan meramu, nelayan atau jugamasyarakat agraris awal.Kedua,Pendidikan kelompok status, yaitu pengajaran yang diupayakanuntuk mempertahankan prestise, simbol serta hak-hakistimewa (privilige) kelompok elit dalam masyarakat yangmemiliki pelapisan sosial. Pada umumnya pendidikan inidirancang bukan untuk digunakan dalam pengertian teknisdan sering diserahkan kepada pengetahuan dan diskusibadan-badan pengetahuan esoterik. Pendidikan ini secara luastelah dijumpai dalam masyarakat-masyarakat agraris danindustri. Ketiga, tipe pendidikan birokratis yang diciptakan oleh pemerintahanuntuk melayani kepentingan kualifikasi pekerjaan yang berhubungandengan pemerintahan serta berguna pula sebagaisarana sosiolisasi politik dari model pemerintahan kepadamasyarakat awam. Tipe pendidikan ini pada umumnya memberipenekanan pada ujian, syarat kehadiran, peringkat danderajat.10


Demikianlah tipe-tipe pendidikan tersebut telah mewarnai corak kehidupan masyarakat. Pada dasarnya ketiga jenis pendidikan di atas selalu hadir dalam setiap masyarakat hanya saja prosentasi penerapan salah satu karakter pendidikan berbanding searah dengan model masyarakat yang terbentuk. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri pula ternyata gelombang sejarah dunia juga menentukan model konfigurasi masyarakat dunia secara global dan hal ini juga memiliki pengaruh bagi iklim pendidikan.


Dalam konteks sosial, pendidikan juga memiliki fungsi, peran dan kiprah lain yang berkorelasi dengan kekuatan-kekuatan kolektif yang sudah mapan. Tidak hanya puas dalam kondisi demikian pendidikan juga memberikan andil menterjemahkan nilai-nilai baru yang tumbuh akibat proses pergulatan sejarah dalam wujud emansipasi integrasi dengan sistem dan struktur sosialnya. Sehingga dengan begitu masyarakat tidak pernah kering dari dinamika perubahan dan evolusi sosialnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar