Jumat, 29 Maret 2013

Teknologi Informasi Dan Pendidikan Di Indonesia

Secara umum Dunia Pendidikan memang belum pernah benar-benar menjadiwacana yang publik di Indonesia, dalam arti dibicarakan secara luas olehberbagai kalangan baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsungdengan urusan pendidikan. Namun demikian, bukan berarti bahwa permasalahanini tidak pernah menjadi perhatian.Upaya-upaya peningkatan kualitas mutu serta kuantitas yang membawa namapendidikan telah dilakukan oleh pihak pemerintah, walau sampai saat ini kitabelum melihat hasil dari usaha tersebut. Apabila kita melihat dari sudut pandangnasional atau alias yang umum-umum saja jadi marilah kita lihat apa yangdilakukan oleh pemerintah. 

Usaha yang dilakukan oleh pemerintah biasanyabersifat konstitusional demi mendapatkan lulusan dari sekolah yang kompetitif dan siap bersaing secara global, semisalkan dengan menetapkan angka batasminimal kelulusan UAN dengan nilai sebesar 4,00 dengan tidak digabung denganpoin pada ujian praktek ditambah lagi tanpa ujian praktek. Pada hal ini bukannyakita menemukan pemerintah berusaha untuk memperbaiki mutu pendidikanmelainkan nampak sepertinya pemerintah hendak menjegal generasi kita.

Apabila kita amati dengan seksama, apa sebenarnya yang menjadi intipermasalahan pada dunia pendidikan, mungkin jauh lebih sulit dari menggantangasap. Berbagai hal dapat saja dipersalahkan sebagai pokok masalah yangmenghambat kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Namun demikian, yang jelas-jelas dapat kita temukan sebagai suatu kecacatan ialah proses belajar mengajar konvensional yang mengandalkan tatap muka antara guru dan murid,dosen dengan mahasiswa, pelatih dengan peserta latihan, bagaimanapunmerupakan sasaran empuk yang paling mudah menjadi sasaran bagi suara-suara kritis yang menghendaki peningkatan kualitas pada dunia pendidikan.Ketidakefektifan adalah kata yang paling cocok untTuk sistem ini, sebab seiringdengan perkembangan zaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat daninstan, namun institut yang masih menggunakan sistem tradisional ini mengajar (di jenjang sekolah tinggi kita anggap memberikan informasi) dengan sangatlambat dan tidak seiring dengan perkembangan IT. 

Sistem konvensional iniseharusnya sudah ditinggalkan sejak ditemukannya media komunikasimultimedia. Karena sifat Internet yang dapat dihubungi setiap saat, artinya siswadapat memanfaatkan program-program pendidikan yang disediakan di jaringanInternet kapan saja sesuai dengan waktu luang mereka sehingga kendala ruangdan waktu yang mereka hadapi untuk mencari sumber belajar dapat teratasi.Dengan perkembangan pesat di bidang teknologi telekomunikasi, multimedia,dan informasi; mendengarkan ceramah, mencatat di atas kertas sudah tentuketinggalan jaman

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar